Minggu, 26 Mei 2024

Breaking News

  • Indonesia Indicator: Polri Ikut Andil Suksesnya World Water Forum   ●   
  • SMPN 4 Pekanbaru Gelar Perpisahan Siswa Kelas IX Angkatan 2023/2024   ●   
  • Jaksa Agung Terbitkan SK Rotasi Jabatan Terhadap Sejumlah Pejabat Eselon II dan Eselon III   ●   
  • JAM-Intelijen Hadiri Rapat Kerja Dengan DPD RI Membahas Penegakan Hukum di Daerah   ●   
  • Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Berjalan Aman dan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih   ●   
Diduga Mark Up, Masyarakat Keluhkan Bantuan Rehab Rumah di Bengkalis
Kamis 16 November 2023, 19:34 WIB
Rumah Warga Penerima Bantuan Rehab di Bengkalis.jpg

Jetsiber.com - BENGKALIS - Program Dana Bermasa 2023 yang dianggarkan sebesar Rp200 juta untuk bantuan rehab rumah di Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantan, Bengkalis dipertanyakan oleh penerimanya.


Pasalnya dari 16 kepala keluarga (KK) yang menerima program tersebut mempertanyakan realisasi bantuan tersebut, yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang tertera dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang dibuat oleh desa.

Sedangkan bantuan rehab rumah sebanyak 16 unit dengan anggaran Rp200 juta sudah dimulai Juli 2023 dan pekerjaanya sudah selesai pada Oktober lalu. Namun hasilnya sangat dikeluhkan masyarakat penerimanya.

Seperti yang disampaikan, Mujiono (48) warga Dusun Pulau Sari, RT01/RW02, Desa Ulu Pulau mengaku sebagai penerima bantuan dengan pagu anggatan Rp10.8550.000. Namun dengan dana ini, dirinya hanya mendapatkan bantuan 2 kodi seng dan 17 batang kayu.

"Sedangkan saya melihat dalam RAB 3 kodi dan kayu 1 Tan. Tentu ini sangat kami sayangkan dan kenapa dana sebesar itu saya hanya diberikan bahan material bangunan yang tak sesuai dengan RAB," ujarnya saat dijumpai Wartawan di rumahnya, Rabu (15/11/23).

Ia mengkalkulasikan estimasi biaya dimana harga seng Rp1,1 juta kalau 2 kodi baru Rp2,4 juta. Sedangkan kayu 17 batang itu harganya Rp850 ribu, itu termasuk upah pasang Rp1 juta dan  di RAB upahnya Rp2 juta.

Wartawan juga mendatangi rumah Rofi'i yang juga penerima bantuan rehab rumah di Dusun 1. Di sana masih ada tumpukan kayu sebanyak 26 batang dan seng tersimpan dalam rumahnya 1 kodi.

"Saya protes. Karena sesuai plank pekerjaan yang dipasang didinding pintu masuk rumah saya, pagu anggarannya  Rp14 juta, tapi saya hanya mendapat 3 kodi seng dan kayu  tak sampai 1/4 Tan. Sedangkan dalam RAB nya 5 kodi sedang dan 2 Tan kayu. Tapi setelah saya protes baru diantar sisanya," ujarnya.

Awalnya kata Rofi'i, dirinya mempertanyakan ke BPD Ulu Pulau dan protes dirinya ditanggapi oleh pihak desa. Alhasil ada penambahan seng dan kayu.

"Tapi saya bingung bagaimana memasang seng dan kayunya, karena saya tidak ada biaya untuk mengupah pemasangannya," ujarnya.

Setelah di rumah Rofii di dusun 1,  wartawan mendatangi rumah Asiang warga suku Asli yang tinggal di dusun 4 Desa Ulu Pulau. Di rumahnya realisasi bantuan rehab rumah hanya didapat untuk bagian dapur, dengan anggaran  Rp14,8 juta.

"Kalau melihat anggaran dan realisasi pembangunan tidak masuk akal. Masak anggaran Rp14,8 juta hanya mendapatkan seng 1,5 kodi, papan dan bluti 1 tan. Kalau dirinci papan 40 kepimg, bloti  31 batang, lantai 5 sak semen dan  krikil dan pasir 1 mobil pickup," ucapnya dengan nada kesal.

Karena kata Asiang, itupun dinding yang dipasang masih terlihat jarang-jarang dalam penyusunannya. Apalagi di bagian ruang depan rumahnya, baik dinding kamar dan lantai sudah banyak yang lapuk.

"Kami mengharapkan kalau ini ditambah lagi, kami hanya mintak tambah kayu dan papan saja," ucapnya sambil menunjuk bagian dinding rumahnya yang ditutup dengan kain.

Terhadap persoalan itu, Pj Kades Ulu Pulau, Slamet Riadi yang dikonfirmasi saat berada di lokasi bantuan rumah rehab milik Rofii menyebutkan, dirinya tidak mengetahui adanya persoalan itu, karena dirinya baru menjabat sebagai Pj Kades selama dua bulan.

"Tak tau saya persoalan itu. Karena saya baru dua bulan menjabat," ucapnya.

Namun ketika ditanya kenapa ada bantuan susulan dari pihak desa, Slamet Riadi menjawab, memang ada 1 warga yang protes dan pihaknya langsung mengumpulkan BPD dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

"Ya, dalam pertemuan itu disepakati menambah kayu dan seng. Seperti yang kita lihat saat ini ada kayu di rumah milik Rofii. Sedangkan 15 KK penerima bantuan rehab rumah tidak ada yang melaporkan," ujarnya.

Sedangkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Kasi Kesra dan Pj Kasi Perencanaan Anggaran  Azizah yang bertanggungjawab terhadap proyek tersebut mengaku semuanya sudah terealisasi sesuai RAB.

"Ya, sudah selesai 100 persen dan bantuan rehab rumah juga sudah diterima oleh pemiliknya," ucapnya singkat.

Sedangkan TPK kegiatan yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Karya Indah Desa Ulu Pulau, Selamat juga menyebutkan, kegiatan sudah selesai 100 persen. Bahkan yang tidak sesuai RAB juga sudah ditambah materialnya.

"Sudah selesai semuanya dan yang kurang bahan juga sudah kami antar," ucapnya.

Namun ketika ditanya hanya 1 rumah yang mendapat tambahan material, Selamat yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya malah tak menjawab.

Sedangkan dari 16 KK penerima bantuan rehab rumah tersebar di Dusun 1 atas nama  Rofi'i, Astar, Kamarunddin, Mardi, Mujiono. Sedangkan di Dusun 2 atas nama Marhaban dan di Dusun 3, Tahrori dan Indrayani. Sedangkan di Dusun 4 yang mendapatkan bantuan adalah Asiang, Atep, Abue, Rahab. Untuk Dusun 5, Sela Afria, Ponatin, Mustafa dan Suardi.

Sedangkan terkait realisasi anggaran ketika ditanyakan ke Bendahara Desa Ulu Pulau, Emin menyebutkan, anggarannya sudah cair 100 persen, sesuai alokasi anggaran yang ada dalam RAB.

"Ya, sudah terealisasi semuanya. Tidak ada anggaran yang tersisa. Kalau ada persoalan lain dalam pengerjaan di lapangan saya tidak tau," ucapnya.




Editor : TR
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top