Minggu, 26 Mei 2024

Breaking News

  • SMPN 4 Pekanbaru Gelar Perpisahan Siswa Kelas IX Angkatan 2023/2024   ●   
  • Jaksa Agung Terbitkan SK Rotasi Jabatan Terhadap Sejumlah Pejabat Eselon II dan Eselon III   ●   
  • JAM-Intelijen Hadiri Rapat Kerja Dengan DPD RI Membahas Penegakan Hukum di Daerah   ●   
  • Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Berjalan Aman dan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih   ●   
  • Bali Aman Saat WWF Berlangsung, Akademisi Beri Apresiasi Kepada Polri   ●   
Krishna Murti Semprot Otto Hasibuan: Omongan Anda di Media Banyak Kebohongan
Rabu 11 Oktober 2023, 03:37 WIB
Grid.id.jpg

Jetsiber.com - Jakarta - Otto Hasibuan, kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, terpidana kasus pembunuhan berencana 'Kopi Sianida' memang sangat vocal usai kasus ini kembali ramai setelah diangkat menjadi film dokumenter oleh Netflix.


Pada beberapa kesempatan, Otto Hasibuan mengatakan bahwa terdapat sejumlah kejanggalan dalam penyelesaian kasus ini. Menurutnya, Jessica Wongso tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka lantaran lemahnya barang bukti.

Selain itu, Otto juga tidak segan menyenggol Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti. Menurut Otto Krishna adalah sosok di balik memanjangnya kasus ini. Seolah gerah dengan pernyataan Otto Hasibuan, beberapa hari lalu Krishna Murti menyampaikan pandangannya. Melalui akun Instagram pribadi, jenderal Bintang 2 itu mengatakan bahwa kasus tersebut sudah selesai.

Menurutnya jenazah Wayan Mirna Salihin sudah diautopsi oleh ahli forensik dan hasilnya sudah diserahkan kepada hakim. Krishna Murti menegaskan, upaya apapun yang dilakukan pengacara dalam sistem peradilan sah-sah saja.

Namun, kata dia, bukan berarti pengacara bisa bebas mendelegitimasi kinerja penegak hukum dengan mengatakan tidak ada autopsi.

Krishna Murti juga menekankan kepada Otto Hasibuan agar tidak merembet ke ranah lain untuk mencari pembenaran. Sebab, Krishna berpandangan, yang dilakukan Otto semata-mata untuk menjaga kredibilitasnya sebagai pengacara.

“Pengacara adalah orang hebat, orang pintar, namun kalau arena sistem peradilan pidana Anda belum mampu sepenuhnya bisa menang sesuai harapan, jangan gunakan arena lain yg tujuannya untuk menjaga kredibilitas anda sbg pengacara,” ujar Krishna dikutip dari viva.co.id, Selasa (10/10/23).

Krishna mengaku, sejak akhir September lalu dirinya sudah berusaha untuk diam, namun karena banyak omongan yang dirasa sudah tidak benar dan menggiring opini publik, maka ia pun bersuara.

“Penyidik, JPU, hakim, termasuk pengacara yg berperkara adalah tidak etis mengomentari hasil putusan peradilan. Makanya kami diam. tapi omongan Anda di berbagai media banyak mengandung kebohongan yg menghasut pikiran publik,” jelas Krishna. Krishna mengimbau kepada Otto untuk tampil secara profesional dengan menggunakan arena sistem peradilan pidana dan arena publik dengan etika yang sepantasnya.

“Tolonglah Anda proporsional menggunakan arena sistem peradilan pidana dan arena publik lainnya dengan etika yang pantas. Kami hanya menegakkan hukum murni atas nama negara. Bukan atas nama keluarga korban,” jelasnya lagi.

“Karena pembunuhan dg racun di muka bumi manapun 90% tdk ada saksi mata yg melihat secara langsung, makanya digunakan pembuktian secara ilmiah yg sdh dihadirkan prosesnya secara adil pada sidang terbuka,” pungkasnya.




Editor : TR
Kategori : Lifestyle
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top