Selasa, 21 Juli 2026

Breaking News

  • Warga Keluhkan Akses Jalan Puskesmas Payung Sekaki Yang Tidak Layak. Perhatian Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Raih Pempred Award 2026, Agung Nugroho Wali Kota Terbaik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik   ●   
  • AWPI Waykanan Soroti Cara Kejari Panggil ASN Lewat WhatsApp, Minta Prosedur Resmi Ditegakkan   ●   
  • Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara   ●   
  • Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala   ●   
Pemkab Bengkalis Dukung Perencanaan Pembangunan Monumen di Desa Tanjung Leban
Sabtu 30 September 2023, 20:09 WIB
Wakil Bupati Bengkalis foto bersama dengan tim Yayasan Bentang Alam Tropika.jpg

Jetsiber.com - Pekanbaru - Pemerintah Kabupaten menyambut baik dan siap mendukung perencanaan pembangunan Monumen COE- Kolaborasi Sharing dan Bitangoeres. Dalam rangka memperluas potensi manfaat lanskap rumah runding sebagai pusat keunggulan (center of excellence) perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut tropika Indonesia khususnya di Kabupaten Bengkalis.


Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkalis DR. H. Bagus Santoso saat mengikuti diskusi tentang perencanaan pembangunan Monumen COE-Kolaborasi Water Sharing dan Bintangoers, Sabtu 30 September 2023, di Norma Coffee Indonesia Pekanbaru.

Pembangunan Monumen COE-Kolaborasi Sharing dan Bintangoeres tersebut akan di bangun di samping Rumah Ruding Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana.

Pelaksana kegiatan pembangunan Monumen ini, secara kelembagaan dikoordinasikan oleh TLF (Yayasan Bentang Alam Tropika) dan berkolaborasi Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pusat Studi Gambut dan Kebencanaan LPPM Universitas Riau, Sekolah Pasca Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Fakultas Pertanian  Universitas Brawijaya Malang.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Bengkalis DR. Bagus Santoso mengatakan, intinya Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik dan mendukung yang dilakukan Yayasan Bentang Alam Tropika atau TLF ini. Apalagi yang ingin dibangun ini terkait dengan pelestarian lingkungan di Kabupaten Bengkalis.

"Untuk itu kami ingin ada semacam perjanjian atau kerjasama dari pihak TLF dengan Pemerintah Bengkalis supaya perencanaan pembangunan Monumen COE-Kolaborasi Sharing dan Bintangoeres tersebut dapat segera terealisasi,"ujar Bagus, dilansir dari Kominfo Bengkalis.

Kemudian Bagus juga menyampaikan hasil dari diskusi/runding awal ini akan disampaikan kepada Bupati Bengkalis Kasmarni, supaya ada kesempatan dan persetujuan dari orang nomor satu Kabupaten Bengkalis.

"Kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Tim Yayasan Bentang Alam Tropika atau TLF karena telah peduli dengan daerah kami terhadap lestari lingkungan dan restorasi gambut,"ujarnya.

Turut hadir  Prof. Ashaluddin Jalil (Guru Besar Universitas Riau-Dewan Pengawas
TLF, Dr. Haris Gunawan Deputi BRG RI Dewan Pembina TLF, Ketua Program Dr. Arifudin, Pengelola Keuangan Dr. Hafidawati dan Arneliwati.

Sementara mendampingi Wakil Bupati Bengkalis Sekretaris PUPR Erdila Johan, Kepala BPBD Supandi, perwakilan DLH Endang dan DPMD Zainab.




Editor : TR
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top