Jumat, 22 September 2023

Breaking News

  • Dukung UMKM Go Online, Menteri Budi Arie: Kominfo Siapkan Pendampingan   ●   
  • Kapolda Papua Akan Kirim Brimob ke Oksibil untuk Atasi Gangguan KKB   ●   
  • Bupati Kasmarni Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XIl   ●   
  • Pelaksanaan TMMD, Bupati Kasmarni Minta Warga Ikut Wujudkan Akselerasi Pembangunan Desa   ●   
  • Bupati Kasmarni dan Pimpinan DPRD Bengkalis Tandatangani MoU Perubahan KUA-PPAS   ●   
Wah..Ternyata Kotoran Sapi Banyak Manfaatnya Warga Binaan PHR Kebanjiran Cuan Begini Cara Pengolahannya.
Kamis 06 Juli 2023, 18:14 WIB
Sudharmanbiogasteamphr.jpg

Jetsiber .com - Kampar -  Beberapa Orang menganggap bahwa Kotoran hewan ternak seperti sapi sangat bau dan tidak bermanfaat namun siapa sangka di balik semua itu  banyak manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh dari pengolahan kotoran ternak sapi tersebut.


Dalam hal ini PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Corporate Secretary Delly Paramitha menjelaskan bahwa dalam mengembangkan Program ini PHR menggandeng Yayasan Rumah Energi (YRE). Melalui Kelompok Tani Bina Mukti Sari Desa Energi Berdikari melalui Biogas yang  merupakan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PHR-WK Rokan,Rabu (5/7/2023)

PHR membina peternak-peternak sapi yang diharapkan menjadi satu program  terintegrasi dengan cara  membuat reaktor biogas dari kotoran sapi tersebut dan saat ini telah di buktikan dan digunakan sendiri oleh penerima manfaat dari program ini.

Salah satu penerima manfaat dari 12 KK yang dibina PHR melalui  kelompok Tani Bina Mukti Sari yang melakukan  pembuktian adalah Sudarman (51) Warga RT 15 Dusun III Desa Mukti Sari ini membuktikan jika reaktor dapat memberi manfaat luar biasa

Guna membuktikan hasil reaktor dari olahan kotoran sapi Para wartawan dari berbagai media cetak, eletronik dan online pun diajak oleh tim manajemen Pertamina Hulu Rokan ke lokasi kandang sapi milik sudharman yang tak jauh dari rumahnya.

Turut hadir pada saat itu Kepala Desa Mukti Sari Waryono Kepala UPT Dinas Peternakan Kampar Firnando Hutagaol dan Irvan supervisor dari Yayasan Rumah Energy.

Seperti umumnya kandang sapi, di bagian belakang kandang tersebut banyak kotoran sapi dibagian belakang kandang sapi itulah dibangun semacam sumur dan mixer penggiling.

 

Delapan ekor sapi yang dipelihara dalam satu kandang ternyata telah mampu menghasilkan biogas yang cukup besar. Potensi biogasnya tak hanya untuk satu rumah tangga, namun sudah bisa dibagi ke tiga atau empat rumah tangga.

 

Sudharman mempraktekan di depan beberapa awak media bagaimana cara mengolah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk yang berguna.



Sesi awal Sudharman memasukan kotoran sapi sebanyak satu ember dan satu ember air.

"Biasanya ini perbandingan nya satu banding satu,yaitu satu ember kotoran sapi dan satu ember air " Ungkap Darman.

Kemudian Darman memasukan kotoran sapi tersebut kedalam (inlet) bak berupa sumur,dan di giling dengan mengunakan penggiling mixer manual.

" Untuk menggiling kotoran sapi ini biasanya  gak lama Cukup lima menit atau semampu kita, menggilingnya dengan memutar penggiling mixer,usahakan air dan kotoran tercampur jadi satu menjadi seperti bubur." Jelas Darman.

Kemudian kotoran yang sudah menjadi bubur tersebut dialirkan ke penampungan methanol yang diatasnya terdapat reaktor biogas dan diatas reaktor biogas tersebut terdapat stop kontak gas yang akan dialirkan ke rumah.

Aliran kotoran bubur tersebut dialirkan melalui terowongan yang di buat di bawah tanah menuju penampungan yang berukuran delapan kubik dengan kedalaman tiga meter.

Setelah kotoran mengendap di dalam penampungan selama beberapa hari maka bubur kotoran tersebut akan menghasilkan gas methanol yang dapat di salurkan melalui pipa reaktor biogas yang dapat di gunakan ke kompor gas untuk memasak dan di alirkan ke listrik untuk penerang.

Sementara itu jika di penampungan methanol  terdapat tekanan berlebih atau karena biogas tidak di gunakan maka methanol tersebut akan mengalir ke kolam kecil sebagai penampung limbah cair yang telah menjadi pupuk,yang dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman.

Sudharman mengakui pupuk itu sangat menguntungkannya, selain bisa dimanfaatkan untuk tanaman, pupuk tersebut juga bisa menghasilkan nilai ekonomi karna ia juga bisa menjual pupuk tersebut.

" Disini selain manfaat gas yang dirasakan 25 % hasil untuk pupuk lebih menguntungkan  75%." Ucap Darman merasa bersyukur.

 

Ia mengakui jika tanaman tanaman miliknya menggunakan pupuk cair dari methanol biogas seperti tanaman Sawit,Pepaya,cabai, lengkeng,dan masih banyak tanaman lain miliknya menggunakan pupuk cairan biogas methanol buatannya

 

" Alhamdulillah sangat terbantu sekali,mulai dari memasak dan penerang menggunakan biogas di tambah lagi pupuk untuk tanaman sawit,pepaya,cabai,lengkeng,dan lainnya tidak mengeluarkan cuan tapi menghasilkan cuan,contoh seperti tanaman itu,"Jelas Darman sambil menunjuk kearah tanaman miliknya.

 

Sudarman mengatakan, dalam satu bulan pupuk hasil limbah biogas itu bisa mencapai 1000 liter, ia jual seharga seribu rupiah perlima liter.

Menurut pengakuan Darman awalnya dirinya merasa kesulitan untuk meyakinkan masyarkat tentang pemanfaatan program biogas ini Sebab banyak yang ragu kotoran sapi bisa digunakan untuk memasak.

Akan tetapi setelah terbukti dari program Desa Energi  Berdikari melalui biogas ini sukses dijalankan Banyak masyarakat yang mulai termotivasi untuk ikut program tersebut.

Senior Analyst Social Perfomance PHR, Delly Paramita mengatakan program desa energi berdikari ini sebenarnya adalah program unggulan yang diluncurkan oleh partamina grup untuk mendorong kemandirian energi di daerah-daerah dimana partamina beroperasi.

Untuk tahap awal tahun lalu kita memfasilitasi pembangunan sembilan reakto biogas sebenarnya Ada delapan reaktor biogas di desa Muktisari kemudian satu lagi di Palas jelasnya.

Pada akhir tahun ini, rencananya ada 20 reaktor biogas yang akan dibangun, karena pihaknya ingin menjadikan Desa Muktisari sebagai icon desa energi berdikari. Kemudian ada juga ruang intervensi yang disediakan untuk membantu pengembangan UMKM. Ia berharap nanti pada titik tertentu dimana masyarkat ini sudah mandiri bisa menjalankan apa yang sudah difasilitasi oleh PHR.Tutup Delly.(lelimaslina)




Editor : lelimaslina
Kategori : Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top