Rabu, 22 Juli 2026

Breaking News

  • Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, menghadiri Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen di Wilayah Kerja Provinsi Riau   ●   
  • Pemkab Rohil Bersama LAMR Dukung Pembekalan Adat Calon Datuk Penghulu   ●   
  • Pemkab Rokan Hilir Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Melalui Sosialisasi Gerakan Tertib Arsip   ●   
  • Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Bupati H Bistaman Pimpin Gotong Royong Massal   ●   
  • Pemkab Rokan Hilir Kembali Sabet Predikat Menuju Informatif Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Riau 2025   ●   
kali kedua Petani Sawit Riau Minta Keadilan Sambangi Istana Presiden RI Terkait Lahan Mereka Yang Diduga DiSerobot PT.WSN
Selasa 13 Juni 2023, 05:01 WIB
Petaniriaumintakeadilan.jpg.

Jetsiber.Com - Jakarta - Belasan warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi Hilir, (Kuansing) Provinsi Riau mendatangi Istana Presiden. Kedatangan dari petani sawit tersebut, dalam rangka meminta keadilan yang seadil-adilnya kepada Presiden RI Joko Widodo, terkait lahan mereka yang diduga diserobot oleh PT Wanasari Nusantara.Senin (12/6).

Hal itu, dikatakan oleh Maruli Tamba, ST selaku petani sawit bersama rombongan kepada awak media.

"Kami dari Desa Sumber Jaya, ada 69 Kepala Keluarga (KK), lahan seluas 137 hektar itu, sudah kami garap kurang lebih  25 tahun lamanya. Kami ada bukti sertifikat hak milik (SHM) dan juga punya bukti surat berdasarkan keterangan dari Camat Singingi Hilir." Ungkap Tamba.

Tamba menjelaskan jika mereka sudah membayar pajak pada tahun 2022.,dan sudah dikeluarkan ( Enclave) oleh Bupati  Kuansing serta sudah di ketahui dari pihak ATR/BPN.

 

" Kami sudah Membayar Pajak di tahun 2022 serta sudah dikeluarkannya Enclave oleh Bupati Kuansing, hal tersebut sudah di ketahui pula oleh pihak ART/BPN." jelas Maruli Tamba, ST yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuansing, periode 2014-2019 dari Fraksi PDI Perjuangan di Komisi A sebagai Sekretaris , usai pertemuannya dengan KSP.

Lanjut Maruli mengatakan, dirinya bersama petani sawit tersebut, sudah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak Kantor Staf Presiden RI (KSP).

"Pertemuan pertama pada tanggal 7 Juni tahun 2023 yang lalu bertemu dengan bapak Imanta Ginting dan Sahat Lumban Raja sebagai Staf Presiden Dan sekarang yang ke dua, pada hari Senin 12 Juni 2023 ini, bertemu dengan Yanes Yosua Frans sebagai staf ahli profesional. Ada tiga point yang kami sampaikan tadi," sebut Maruli.

"Pertama, (1) kami memohon kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo untuk membantu menyelesaikan terkait lahan warga desa sumber jaya, yang di duga lahan seluas 26 hektar di tumbang paksa agar segera diganti untung oleh PT Wanasari Nusantara sesuai harga sekarang. Karena lahan tersebut tempat kami bergantung mencari nafkah dan menyekolahkan anak-anak kami. Kedua (2) dari segala bentuk kriminalisasi  yang diduga dilakukan oleh  PT. Wanasari Nusantara  terhadap masyarakat  desa Sumber Jaya.


(3) kami memohon dan meminta kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo membuatkan surat sakti, untuk kami bawa pulang ke Riau, agar kami menjadi tenang dan nyaman dalam  beraktivitas sehari-hari kami sebagai petani sawit ," harapnya.

"Namun, jika kami belum menerima surat itu. Kami akan tetap bertahan di Jakarta sampai surat itu dibuatkan," beber Maruli lagi.

Sementara itu dalam keterangan video berdurasi 54 detik milik warga desa sumber jaya, yang dikirim ke redaksi media ini. Pihak dari PT WSN mengatakan kepada warga, bahwa pihaknya, hanya sebatas membersihkan lahan saja.(Tim ).




Editor : lelimaslina
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top