Minggu, 26 Mei 2024

Breaking News

  • Indonesia Indicator: Polri Ikut Andil Suksesnya World Water Forum   ●   
  • SMPN 4 Pekanbaru Gelar Perpisahan Siswa Kelas IX Angkatan 2023/2024   ●   
  • Jaksa Agung Terbitkan SK Rotasi Jabatan Terhadap Sejumlah Pejabat Eselon II dan Eselon III   ●   
  • JAM-Intelijen Hadiri Rapat Kerja Dengan DPD RI Membahas Penegakan Hukum di Daerah   ●   
  • Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Berjalan Aman dan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih   ●   
Penularan Virus Flu Burung Mulai Terjadi Di Beberapa Negara
Selasa 23 Mei 2023, 11:19 WIB
ilustrasi fluburung.jpg

Jetsiber,com. - JAKARTA - Flu Burung kembali menyerang beberapa Negara belahan Dunia,Pemerintah Brasil mengumumkan keadaan darurat kesehatan hewan selama 180 hari sebagai tanggapan atas ditemukannya virus flu burung yang sangat patogen pada burung liar, demikian isi dokumen yang ditandatangani oleh Menteri Pertanian Carlos Favaro, Senin, 22 Mei 2023.

 

Infeksi flu burung subtipe H5N1 pada unggas liar tidak memicu larangan perdagangan, berdasarkan pedoman Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan. Namun, kasus flu burung di peternakan biasanya mengakibatkan seluruh unggas peliharaan mati dan dapat memicu pembatasan perdagangan dari negara pengimpor Brasil sejauh ini mengkonfirmasi lima kasus H5N1 pada burung liar, termasuk empat di negara bagian Espirito Santo dan satu di negara bagian Rio de Janeiro.

 

Brasil adalah pengekspor daging ayam terbesar di dunia dengan penjualan $9,7 miliar tahun lalu.Tiga dari empat kasus di Espirito Santo terkonfirmasi di kota-kota pesisir, menunjukkan risiko penularan di pedalaman telah meningkat.Meskipun negara bagian penghasil daging utama Brasil berada di selatan, pemerintah waspada setelah kasus yang dikonfirmasi, karena flu burung pada unggas liar telah diikuti oleh penularan ke ternak komersial di beberapa negara.

 

Selama akhir pekan, Kementerian Kesehatan mengatakan sampel dari 33 kasus dugaan virus flu burung pada manusia di Espirito Santo, di mana Brasil mengkonfirmasi kasus pertama pada burung liar pekan lalu, kembali negatif untuk subtipe H5N1. Dua kasus dugaan baru lainnya masih diselidiki, kata pihak berwenang.




Editor : lelimaslina
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top