Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
  • Plt Kadisdik Pekanbaru Hadir Dalam Acara Perpisahan Peserta Didik SMPN 39   ●   
  • Ketua Bidang I Seruni Kabinet Merah Putih Melakukan Kunjungan ke RSUD Arifin Achmad   ●   
  • Peringati Hari Jadi Ke-50, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Bagi-Bagi Layanan Pap Smear Gratis   ●   
  • Satu Oknum Security Dinas Perpustakaan di Amankan Dalam Kasus Narkotika Jenis Sabu   ●   
Hadiri Diklatsar KOKAM & SAR, Bupati Dolly : Pemuda Tapsel Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan Dan Perekonomian
Sabtu 28 Januari 2023, 17:26 WIB

TAPSEL-Jetsiber.com | Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu mengatakan awal mula sejarah lahirnya KOKAM ini adalah untuk membantu penumpasan G30S PKI yang diinisiasi oleh ABRI pada 1 Oktober 1965.


"Tujuannya untuk menghentikan upaya pengkhianatan oleh orang-orang yang akan mendirikan ideologi baru maka berdirilah KOKAM yang merekrut anak-anak muda, karena KOKAM ini adalah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah," kata Dolly saat menghadiri pembukaan Diklatsar KOKAM & SAR PD Pemuda Muhammadiyah Tapsel, di Gedung Seminar UMTS, Kota Padang Sidempuan, Jumat (27/1).


Lanjut Dolly, anak muda sekarang tantangannya berbeda. Benar tetap harus menjaga ideologi Pancasila dari serangan budaya asing, disamping itu juga harus menjaga kebhinekaan dan menjadi motor dalam menggerakkan perekonomian.


Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani seringkali berbicara tentang gelapnya masa depan perekonomian Indonesia tahun 2023.


Maka dalam hal ini kami berpesan kepada anak-anak muda khususnya pemuda Tapsel agar bagaimana kalian bisa menjadi pionir terutama dalam meningkatkan perekonomian di Tapsel, yakni dengan memanfaatkan teknologi 5.0 ini sehingga bisa membantu dan menghidupkan penghasilan warga melalui teknologi tersebut.


"Apalagi Tapsel yang begitu luas dan begitu subur tanahnya, saya tidak khawatir terhadap produksi dari hasil pertanian di Tapsel akan tetapi yang saya khawatirkan itu bagaimana hasil pertanian di Tapsel itu bisa dipasarkan tidak hanya di Tapsel akan tetapi diluar Tapsel," harap Dolly.


Oleh karena itu, perlu kita memanfaatkan teknologi sebagaimana yang kami latih kepada siswa-siswi SMK dan anak-anak santri sehingga mereka bisa menghasilkan pendapatan. Dengan pendapatan tersebut mereka bisa membantu kedua orang tuanya dan hasil produksinyapun sudah bisa mereka pasarkan keluar Tapsel seperti Kopi, Tenun Sipirok dan Gula Semut sehingga akhirnya mereka dapat membuka lapangan kerja, bukan hanya sekedar mencari kerja.


"Sementara tenun Sipirok sendiri sudah dipasarkan ke Turki dan baru-baru ini juga telah dikirim ke Afrika Selatan," terang Dolly.


Terakhir dalam sambutannya, Bupati berharap kepada para kader KOKAM untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh para narasumber dan instruktur dengan baik dan dapat mengamalkannya. "Sehingga nantinya dapat menciptakan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," harap Dolly.


Turut hadir, Rektor UMTS, mewakili Danyon 123/RW, Kadis Pariwisata Tapsel, Kalaksa BPBD Tapsel, Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Dekan se UMTS, Komisioner KPU Tapsel, Padang Sidempuan dan Paluta, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Tapsel, ormas keagamaan, dan ormas kepemudaan. (Tigor).




Editor : Red
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top