Minggu, 29 Januari 2023

Breaking News

  • Mantan Kejari Kuansing Gagal Jadi Aspidsus Kejati Riau,Itu Belum Rejeki Saya   ●   
  • Cicak vs. Buaya Lagi, Kuasai Harta Waris Keponakan, Pengusaha Sawit 800 ha Menggugat Keponakan Sendiri   ●   
  • Merpati Putih Gelar Sarasehan Akbar Nasional 2023   ●   
  • Wali Kota Padang Sidempuan, Irsan Efendi Nasution, SH, MM hadiri Seminar Parenting Ke- XX Yayasan Pendidikan Bina Ul-Ummah (SIT) Bunayya   ●   
  • Ditipu Mantan Kades Terbangiang, Petani Saridi Minta Bantuan Hukum Ke JMSI Pelalawan   ●   
Limbah Industri Kelapa Sawit Bernilai, Guna Menjadi Pupuk Tanaman Masyarakat
Senin 14 November 2022, 17:00 WIB

Kuansing, Jetsiber.com - Provinsi dengan luas lahan kelapa sawit mencapai 2.7 hektar, Riau menyimpan  

potensi limbah yang masih belum termanfaatkan secara maksimal.

 Oleh sebab itu pada  pada tahun 1995 perusahaan PT Adi Mulya Grup mendirikan dua pabrik di wilayah Desa  Sukamaju guna mengelola tanaman kelapa sawit menjadi minyak mentah umtuk di  ekspor ke berbagai negara seperti Singapura dan Malaysia.

Di samping itu berdirinya  industri pengelolaan kelapa sawit nyatanya berdampak pada lingkungan masyarakat  setempat.
 Hal ini disebabkan adanya limbah hasil industri yang dapat membahayakan  kesehatan manusia dan merusak ekosistem di alam sekitar.

Melihat fenomena ini  masyarakat akhirnya bergerak untuk ikut terlibat dalam pengelolaan limbah. Dengan  demikian adanya kerjasama diantara perusahaan dan masyarakat untuk memanfaatkan  hasil limbah sawit mendatangkan sisi positif.

Petani Desa Sukamaju menjelaskan bahwa  
tanah hitam yang merupakan limbah hasil industri kelapa sawit membantu untuk  
menyuburkan tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang memiliki harga  cukup tinggi.

Tanah hitam hasil industri kelapa sawit ini disebut oleh masyarakat sekitar  sebagai tanah solid sebab teksturnya yang padat namun gembur.
Selain itu kisaran harga  pupuk kimia mencapai angka Rp. 100.000- Rp 1.000.000 perkarung/10 KG untuk lahan  
pertanian dan perkebunan. Sehingga anggaran yang dikeluarkan cukup besar untuk  pembelian pupuk.

 Dengan adanya pemanfaatan Limbah ini masyarakat cukup  
mengeluarkan biaya RP. 200.000,- untuk menyewa alat berat yang sudah disediakan  
pabrik sebagai alat pengangkut tanah solid dan dapat menampung hingga satu truk pupuk  tanah solid. Ini artinya petani dapat menghemat biaya perawatan mencakup pemupukan  tanah dan tanaman.

Adanya limbah tanah solid dapat membuka peluang usaha bagi  masyarakat Desa Sukamaju. Hal ini dikarenakan perizinan untuk mengelola limbah tidak  begitu sulit. Proses perizinan ini melalui Bapak Wendi sebagai pengurus limbah di PT.  Argo Reksa. Masyarakat diperkenankan mengambil limbah secara gratis dengan syarat  tidak merusak permukaan limbah atau dengan kata lain mengikis piringan yang sudah  
dibuat tanggul.

Desa Sukamaju memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan  pemanfaatan limbah kelapa sawit. Berbagai tanaman tumbuh subur sebab diberi pupuk  tanah solid hasil limbah kelapa sawit. Tanaman ini berupa rumput gajah yang digunakan  petani untuk dijual kepada peternak sapi, kangkung, bayam, cabai, dan tanaman lainnya.

Namun besarnya potensi tidak diiringi dengan pengetahuan masyarakat dan dukungan  pemerintah yang belum maksimal. Sehingga pemanfaatan limbah kelapa sawit hanya  digunakan oleh kalangan tertentu dan tidak diperjual belikan secara luas hingga ke  pelosok wilayah di seluruh Indonesia.

 Pemanfaatan hanya mencapai wilayah desa ke desa  
yang masih dalam lingkup satu wilayah. Sehingga masih diperlukan peta konsep yang  jelas dan terencana dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit agar dapat meningkatkan  perekonomian masyarakat Desa Sukamaju sebagai produsen kelapa sawit.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat potensi limbah yang cukup besar di Desa  
Sukamaju kemudian diolah menjadi pupuk yang bernilai jual. Adapun proses pengolahan  pupuk ini didapatkan dari limbah kelapa sawit dari dua pabrik besar yakni yakni PT. Surya  Agro Reksa dan PT. Agrolestari.

Proses produksi limbah kelapa sawit meliputi, pengolahan  dari kolam-kolam limbah, dimana kolam pertama limbah masih memiliki kadar asam yang  tinggi sehingga belum dapat dimanfaatkan. Hingga pada tahap kolam menengah air limbah  sudah bisa dialirkan ke pertanian untuk menyuburkan tanaman, dan ditahap terakhir limbah  padat digunakan sebagai pupuk alami penyubur tanah.

 Hasil analisis menunjukkan  
bahwasanya limbah dari kelapa sawit dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman,  hingga mengurangi pengeluaran biaya pupuk kimia. Upaya sosialisasi perlu ditekankan  secara masif demi penyebaran informasi terkait pengelolaan limbah yang tepat.

Sumber : Resdati,S.Sos.M.Si, Dr.Achmad Hidir,M.Si, Drs.Syafrizal.M.Si, Anisa Trisari Dosen dan Mahasiswi Universitas Riau




Editor : Nur
Kategori : Lifestyle
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top