Jetsiber.com - NTT - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08) dilaporkan menyebabkan 38 orang tewas, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan.
Jumlah itu merupakan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB, Sabtu (15/08).
"Korban jiwa sampai dengan pukul 15:00 WIB, terdata ada 38 jiwa meninggal dunia. Dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, dan kurang lebih ada 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri," kata Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/08).
Lokasi para korban yang tewas itu terjadi di:
Kabupaten Sikka: Tiga jiwa meninggal dunia, dan dua jiwa luka ringan;
Kabupaten Manggarai:16 jiwa meninggal dunia, dan enam yang baru teridentifikasi;
Manggarai Timur: 17 jiwa meninggal dunia;
Ende: Satu jiwa meninggal dunia;
Manggarai Barat: Satu jiwa meninggal dunia.
Jumlah korban tewas akibat gempa di Kabupaten Nagekeo itu diprediksi akan terus bertambah.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/08).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA di kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa terjadi di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 37 gempa susulan dengan magnitude 3,7 sampai 6,2.

BNPB menyebut terdapat lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.
Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.
Sedangkan di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.
Selain korban jiwa, BNPB melaporkan, terdapat beberapa jalan yang longsor dan tertutup, puluhan ruma mengalami rusak ringan hingga berat.
BNPB juga menyebut banyak puskesmas yang mengalami kerusakan.
"Kemudian untuk bandara dari Kemenhub, ada lima bandara terdampak, tapi bukan di runway [landasan pacu], tapi di gedung terminal. Lalu pelabuhan terdampak ada dua pelabuhan Reo di Manggarai dan Maumere," ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi BNPB meliputi:
54 unit rumah rusak berat
Sembilan unit rumah rusak sedang
11 unit rumah rusak ringan
Lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan rusak
Satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan juga terdampak
BNPB mencatat, Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan.
"Tercatat 29 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang dan sembilan unit rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 unit rumah rusak berat," kata Berton.
Wilayah yang dilaporkan merasakan guncangan antara lain:
Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT;
Kota Bima dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat;
Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Nagekeo, kata Berton, petugas masih melakukan penanganan situasi, dengan kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.
| Editor | : | Redaksi |
| Kategori | : | Nasional |
silakan kontak ke email: [email protected]



01
02
03
04
05




