Kamis, 11 Juni 2026

Breaking News

  • Jalan Dharma Bakti Sigunggung Baru  Diperbaiki, Tapi sudah Digenangi Banjir. Kinerja Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi Di Bengkalis Mangkrak, KPPG Wilayah Riau Sebut Investor Tak Mau Bangun Lagi   ●   
  • Kunjungan Kapolres, Ketua PWRI Way Kanan Sambut Baik Agenda Silaturahmi di Kantor PWRI   ●   
  • Kerja Keras kejaksaan Negeri  Waykanan Dalam Pemberantasan Korupsi   ●   
  • Dugaan Pelanggaran Teknis hingga Keluhan Warga Mengemuka, Proyek PHTC Provinsi Riau 7 Disorot   ●   
Proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi Di Bengkalis Mangkrak, KPPG Wilayah Riau Sebut Investor Tak Mau Bangun Lagi
Rabu 10 Juni 2026, 17:28 WIB

JETSIBER.COM - BENGKALIS | Sejumlah pihak menyorot proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025 yang berada di jalan Pramuka desa Senggoro Bengkalis, pasalnya, proyek yang bernilai sebesar Rp. 8,361,996,162 miliar tersebut hanya selesai pekerjaan pondasi dan tiang bangunan.

Pantauan wartawan di lokasi pembangunan proyek tersebut mangkrak, papan informasi yang tertera proyek itu dari Badan Gizi Nasional (BGN) deputi bidang penyediaan dan Penyaluran. nama pekerjaan yakni Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025, lokasi Riau 2 dengan nomor kontrak : SPK-61.1/PPPK.PL-26/D2/DIALUR1/PBJ/2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8,361,996,162, jangka waktu pelaksanaan 130 hari kalender, dan kontraktor pelaksana CV. Pilar Wonua Raya serta konsultan manajemen kontruksi PT. Amythas.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Dr. Syartiwidya, mengaku belum mendapat informasi terkait pembangunan proyek tersebut.

"Sama sekali saya belum terinfokan hal ini," kata Syartiwidya, selasa (9/6/2026) kepada wartawan

Menurutnya, proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional seluruh Indonesia belum ada yang berjalan karena masih mencari skema yang di izinkan oleh keuangan negara.

"Seluruh indonesia berjumlah sekitar 1500, setau saya belum ada yang jalan, karena mekanisme penyaluran banpernya mungkin masih mencari skema yang di izinkan keuangan negara," jelas Syartiwidya lagi.

Katanya lagi, Informasinya pembangunan proyek tersebut sudah saya ditinjau, dan mangkrak, investornya tidak mau membangun lagi," ucapnya

Sementara itu, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi Muhammad Rafi ketua divisi investigasi menyoroti proyek mangkrak tersebut. bangunan ini menjadi perhatian publik karena berada wilayah perkantoran dinas di Bengkalis.

"Setiap anggaran negara yang disalurkan untuk pembangunan tentunya harus jelas dan transparan, mengenai proyek ini pihak BGN harus memberikan klarifikasi, jika apa yang dikatakan oleh KPPG Wilayah RI benar bahwa belum ada pembangunan di Indonesia, lalu siapa yang memberikan proyek ini kepada CV. Pilar Wonua Raya," ungkap Rafi 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan kontraktor pelaksana belum dapat di konfirmasi, terkait tidak dilanjutkan pekerjaan tersebut.***

Sumber : Medialocal.co




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top