Jetsiber.com - Simalungun | Sungguh sangat malang memang nasib yang dialami oleh kakek yang sudah berumur 75 tahun ini, pasalnya harus berhadapan dengan pihak yang berwajib hanya karena mengutip berondolan sawit yang tertinggal di TPH yang tidak di ambil kebun PTPN lV unit Bah Jambi tepatnya di areal afdeling 3.
Menurut keterangan dari ketua Maujana Mekar Bahalat Supardi Purba kepada awak media ini menceritakan bahwa kronologis kejadiannya adalah dimana pada hari senin sore tanggal 23/02/2026 sekitar pukul 17:05 wib kakek berusia 75 tahun bernama Kasirun purba ini sedang memberi makan lembunya di areal perkebunan dan pada saat hendak mau pulang kerumah bapak itu melihat berondolan berserakan di areal TPH yang sudah di tinggal oleh pihak kebun PTPN lV Bah Jambi.
Karena kakek itu merasa sayang akan berondolan sisa itu lalu kakek itu mengutip dan membungkus dengan kain sarung yang ketepatan dibawa bapak itu, namun naas bagi kakek tersebut karena dilihat oleh pihak keamanan kebun bermarga butar-butar lalu menangkap bapak itu dan membawanya ke kantor korkam di Bah Jambi, ucap pak Purba.
Masih dengan pak Purba, sesampainya di kantor korkam kakek itu di anjikan hanya membuat surat pernyataan saja akan tetapi kenyataan tidak sesuai dengan perjanjian dan ternyata pihak perkebunan membawa kakek itu ke Mako Polsek Tanah Jawa untuk ditahan tanpa memberitahu kepada pihak pemerintah Desa Mekar Bahalat terangnya.
Ketika kita konfirmasi manager kebun PTPN lV unit Bah Jambi Reza Nasir saragih melalui aplikasi pesan whatsapp, tidak memberikan balasan dan memilih bungkam meski terlihat centang dua bertanda masuk.
Dengan tidak memberikan jawaban atas konfirmasi kita ini, dapat kita duga apakah pihak PTPN lV Bah Jambi sengaja meninggalkan berondolan di TPH hanya untuk menjebak masyarakat sekitar kebun PTPN lV unit Bah Jambi ini?
Sementara itu kepala desa Mekar Bahalat Parsaoran Manik ketika kita konfirmasi terkait penangkapan warganya beliau mengatakan, merasa kecewa dengan pihak PTPN lV Bah Jambi yang tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah Desa dan langsung main bawa langsung ke kantor Polisi. “Padahal bapak itu sudah cukup tua, sudah berumur 75 tahun pihak kebun sepertinya tidak ada perikemanusiaan, padahal bapak itu, bukan ada niat untuk mencuri hanya merasa sayang jika berondolan itu di biarkan sampai busuk jadi kita harap kepada pihak kebun PTPN lV agar melakukan koordinasi terlebih dahulu jika ada kejadian seperti ini kedepannya”, Ucap pak Manik.
(Open)
| Editor | : | Redaksi |
| Kategori | : | Nasional |
silakan kontak ke email: [email protected]



01
02
03
04
05




