Kamis, 23 Juli 2026

Breaking News

  • Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, menghadiri Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen di Wilayah Kerja Provinsi Riau   ●   
  • Pemkab Rohil Bersama LAMR Dukung Pembekalan Adat Calon Datuk Penghulu   ●   
  • Pemkab Rokan Hilir Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Melalui Sosialisasi Gerakan Tertib Arsip   ●   
  • Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Bupati H Bistaman Pimpin Gotong Royong Massal   ●   
  • Pemkab Rokan Hilir Kembali Sabet Predikat Menuju Informatif Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Riau 2025   ●   
Kejaksaan Negeri Waykanan Melakukan Coffee Morning  Untuk Masa Transisi
Jumat 23 Januari 2026, 12:02 WIB

Jetsiber.com | Way Kanan – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru tidak hanya membawa pembaruan norma hukum, tetapi juga menuntut penyesuaian pola pikir serta keselarasan pemahaman di kalangan Aparat Penegak Hukum (APH).

Menjawab tantangan pada fase transisi tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Way Kanan memfasilitasi kegiatan Coffee Morning dalam rangka Rapat Koordinasi antara Kejari Way Kanan dengan Aparat Penegak Hukum Kabupaten Way Kanan, yang digelar di Aula Kejari Way Kanan, Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan, Mahmuddin, S.H., M.H., dan menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menjaga keselarasan penerapan hukum pidana di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kapolres Way Kanan, Ketua Pengadilan Negeri Blambangan Umpu yang diwakili oleh Hakim PN Blambangan Umpu, Kalapas Kelas IIB Way Kanan, Kepala BNNK Way Kanan yang diwakili, Komandan Subdenpom Way Kanan, serta Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Way Kanan.

Dalam sambutannya, Kajari Way Kanan Mahmuddin menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan antar-APH seiring berlakunya KUHP Nasional dan KUHAP. 

Ia berharap seluruh unsur penegak hukum di Way Kanan tetap menjaga kerja sama yang solid dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Forum diskusi berlangsung dinamis dengan membahas sejumlah isu strategis, di antaranya penguatan koordinasi antara penyidikan dan penuntutan, penerapan keadilan restoratif (restorative justice), serta pembahasan pasal-pasal yang berpotensi menimbulkan multitafsir agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik penegakan hukum.

Melalui kegiatan ini, para aparat penegak hukum berkomitmen menjadikan koordinasi lintas lembaga sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan pembaruan hukum pidana nasional dapat diterapkan secara hati-hati, bertanggung jawab, dan tetap berpihak pada rasa keadilan di tengah masyarakat.

(NR.S/Tim)

 




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top