Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Kepsek SD Negeri 091522 Marubun Sahrul Panjaitan Diduga Pungli Rp150 Ribu Tebus Surat Keterangan Lulus (SKL)    ●   
  • Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi   ●   
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bengkalis Ermanto, SKM., MKM : Setiap SPPG  Wajib Mengajukan Sertifikat  Laik Higiene Sanitasi (SLHS)   ●   
  • Perlu Perhatian Dari Pemko Pekanbaru, Drainase Jalan Soekarno Hatta Kotor, Penuh Sampah Dan Rumput Ilalang   ●   
  • Kapolresta Pekanbaru: Setiap 1–2 Hari Satu Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap, Satgas Anti Narkoba Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan   ●   
LSM Forkorindo Desak APH di Riau Periksa Kegiatan Dinas PUPR Dumai di Duga Asal Jadi
Selasa 22 Oktober 2024, 06:01 WIB
Photo: Kegiatan Proyek Dinas PUPR Kota Dumai

Jetsiber.com - DUMAI - Marak Kegiatan Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai terkesan asal jadi, salah satunya Proyek Konstruksi Jalan Impres dan Drainase (Parit) yang bersumber dari APBD Tahun 2024 dengan nilai Pagu anggaran Rp. 6.935.261.688.40 tampak tidak sesuai semestinya.

Tim Media menyambangi lokasi proyek kontruksi Jalan Impres, pada hari Sabtu (19/10) terlihat jelas, tidak ada Perbaikan atau masa perawatan kembali oleh pihak dari CV. Tao Bakti selaku pelaksana kontraktor inisial (Z) dan rekannya, bahkan semakin Parah Jalan tersebut hingga tampak banyak retakan dalam Proyek Rekontruksi Jalan Inpres yang terletak Di Kecamatan Bukit Kapur tersebut.

Contoh terbukti Drainase atau Parit tidak berfungsi sama sekali untuk pembuangan air dengan sempurna, kemudian kontruksi Pembangunan Drainase tidak rampung dikerjakan yang saat ini menjadi pertanyaan besar oleh PUBLIK.

Menanggapi hal itu, LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) DPD Provinsi Riau turut menyoroti Proyek penuh sandiwara tersebut, hal itu disampaikan Tp. Batubara selaku Ketua LSM Forkorindo Riau kepada para Awak Media.

"Sesuai dengan pantauan kita dilapangan, proyek jalan Impres itu sungguh memalukan, itu tidak layak dikerjakan dengan anggara negara, hancur lebur kerjanya, banyak sekali kekurangan spek dan tidak akan bertahan lama, untuk itu kita akan surati BPKP Riau (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) BPK Riau (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk serius nantinya melakukan pemeriksaan terkait kegiatan yang tersebut," ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) terkait kegiatan Proyek penuh tanda tanya tersebut.

"Kita juga akan melaporkan pelaksana dan pengawas kegiatan tersebut, sampai mana mereka mengawasi kegiatan itu, mengapa pekerjaan tersebut kacau seperti itu, PPK nya juga akan kita laporkan dalam waktu dekat ini, biar cepat kegiatan tersebut diperbaiki dan tidak dibayarkan 100 persennya, karna banyak sekali kekurangan sesuai spek dalam pelaksanaannya," pungkasnya.

Sungguh sangat disayangkan, Riau Satrya Alamsyah yang sering disapa Rio selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai tampak tetap tidak memberikan tanggapannya saat dikonfirmasi Awak Media ini mengenai kegiatan proyek tersebut.

Mirisnya lagi, Dodi Iswahyudi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga tampak kompak bungkam saat dimintai keterangannya mengenai hal proyek Jalan Impres dan Drenase atau Parit yang menelan anggaran 6,9 Miliar milik Negara yang dianggap pihak Dinas PUPR Kota Dumai seperti Dana milik mereka pribadi.(**)
Sumber: LSM Forkorindo Riau (TP. Batubara)




Editor : L.SIREGAR
Kategori : Dumai
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top