Rabu, 17 Juli 2024

Breaking News

  • Sambut HBA ke-64 dan HUT IAD ke-XXIV 2024, Kejati Riau dan IAD Riau Gelar Bakti Sosial   ●   
  • Team Direktorat Binmas Polda Riau Gencar Sosialisasi dan Kampanye Anti Narkoba   ●   
  • Kapuspenkum Dr. Harli Siregar Sambangi Dapur Redaksi Media TEMPO   ●   
  • JAM-Datun Membuka FGD Sejarah Kejaksaan Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 2024   ●   
  • Jaksa Agung Mendukung Pembentukan Satgas Pengawasan Barang Tertentu Tata Niaga Impor   ●   
Coffee Morning
Coffee Morning Danrem 031/Wira Bima Bersama Media Online dan Pengacara
Jumat 05 Juli 2024, 14:56 WIB
Photo: Coffee Morning Danrem 031/Wira Bima Bersama Media Online dan Pengacara

Jetsiber.com - PEKANBARU - Komandan Korem (Dandrem)  031/Wirabima  Brigjen TNI Dany Rakca, S.A.P., M.Han  bersilahturahmi bersama insan Pers dan pengacara dalam kegiatan Coffee Morning.

Danrem 031/Wirabima bersama Rekan Media Online dan Pengacara, Kegiatan yang digelar dalam nuansa santai dan penuh keakraban itu berlangsung di Aula Kaharuddin Nasution Korem 031/Wira Bima, Pada Jumat (05/07/2024).

Dalam Kegiatan yang mengangkat Tema: "Sinergi TNI, Media dan Pengacara untuk Keadilan" ini diawali dengan pembukaan dari Pemimpin Redaksi media sahabat TNI-Polri Alex Cowboy dan dilanjutkan dengan pemahaman oleh salah satu perwakilan Pengacara Bapak Mardun SH.

Dalam kata sambutannya, Alex Cowboy memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak TNI-AD khususnya Korem 031/Wira Bima yang telah mendukung permasalahan Agraria tanah yang banyak dikuasai oleh para oknum mafia-mafia sehingga merugikan masyarakat.

"Masalah tanah yang dikuasai oleh oknum-oknum mafia tanah tersebut diwilayah Provinsi Riau sampai saat ini sudah menjadi permasalahan yang krusial. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa berkolaborasi dalam membantu masyarakat mendapatkan hak-hak tanah miliknya, karena saya yakin Korem 031/Wira Bima sangat serius menanggapi permasalahan ini,” ujar Alex Cowboy.

Sementara itu sebagai pengacara, Mardun, SH berkomitmen akan siap menjadi kekuatan hukum untuk melindungi permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya permasalahan tanah yang dikuasai oknum mafia.

“Kegiatan ini menjadi suatu edukasi bagi kita semua untuk bisa memahami peraturan perundang-undangan permasalahan konflik tanah, sehingga dalam membela masyarakat sudah sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Mardun.

Lebih lanjut Mardun mengatakan, berbicara tentang mafia tanah pada dasarnya tidak ada dasarnya, mengingat tanah tersebut merupakan barang yang tidak bergerak, namun ada unsur kesengajaan yang disalahgunakan oleh pihak oknum yang tidak bertanggung jawab. "Apabila dilihat mereka (oknum,red) disini bekerja sama dengan aparat pemerintah, dari tingkat bawah hingga atas, Jika bicara tentang mafia tanah, maka lawan yang kita hadapi pertama dari pihak asing maupun aseng. Namun, apabila dalam menjalankan tugas masih ragu-ragu menghadapi mafia tanah tersebut lebih baik mundun," tegasnya.

“Kami sebagai pengacara disini akan siap membantu rekan-rekan media apabila tersandung permasalahan dilapangan, dan nantinya akan kita buatkan tim advokasi dalam mendukung dalam menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.

Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dany Rakca, S.A.P., M.Han dalam Kata sambutannya memang mengakui banyaknya permasalahan tanah yang sangat merugikan masyarakat dibeberapa kabupaten/kota Provinsi Riau. “Pada dasarnya kami disini Korem 031/Wira Bima membuat konsep penanganan mafia-mafia tanah untuk membantu masyarakat sesuai dengan Doktrin TNI sebagai 8 wajib TNI menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya yang wajib kami jalankan,” tegas Danrem.

“Kita juga pada hakekatnya membantu pemerintah untuk menjaga kesatuan NKRI dari upaya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang sangat menganggu kebijakan pemerintah dalam menjalankan aturan-aturan yang telah ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku,” imbuhnya.

Terakhir, Jenderal Bintang Satu ini menegaskan akan terus melakukan pengawalan apabila terjadi permasalahan terkait mafia tanah diwilayah teritorialnya, khususnya di 12 kabupaten/kota Provinsi Riau.

“Bagi rekan-rekan media apabila dijumpai masyarakat yang dirugikan terkait perihal permasalahan tanah, segera hubungi Babinsa ataupun Danramil setempat, dan kalau mereka tidak bisa membantu hubungi langsung para Dandim yang memimpin diwilayah tersebut. Seraya mengatakan mereka akan terbuka menjawab pertanyaan dari rekan media untuk permasalahan tanah ini," pungkasnya.(**)




Editor : L.SIREGAR
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top