Rabu, 17 Juli 2024

Breaking News

  • Sambut HBA ke-64 dan HUT IAD ke-XXIV 2024, Kejati Riau dan IAD Riau Gelar Bakti Sosial   ●   
  • Team Direktorat Binmas Polda Riau Gencar Sosialisasi dan Kampanye Anti Narkoba   ●   
  • Kapuspenkum Dr. Harli Siregar Sambangi Dapur Redaksi Media TEMPO   ●   
  • JAM-Datun Membuka FGD Sejarah Kejaksaan Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 2024   ●   
  • Jaksa Agung Mendukung Pembentukan Satgas Pengawasan Barang Tertentu Tata Niaga Impor   ●   
Tindak Pidana Pembalakan Liar (TPPL)
Satgas SIRI Kejagung Berhasil Mengamankan Buronan (DPO) Tindak Pidana Pembalakan Liar
Kamis 04 Juli 2024, 07:55 WIB
Photo: Satgas SIRI Kejagung Berhasil Mengamankan DPO Andrian Syahbana

Jetsiber.com - JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil mengamankan DPO asal Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Sekitar pukul 16.00 Wib bertempat di Jl. Banjar Permai Pemurus Dalam Kota Banjarmasin, Pada Selasa (02/07/24).

Adapun Identitas Terpidana yang diamankan Tim Satgas SIRI Kejaksaan Agung, yaitu:

▪︎Nama Lengkap: Andrian Syahbana
▪︎Tempat/Tanggal Lahir: Rantau/12 September 1981
▪︎Jenis Kelamin: Laki-laki
▪︎Kewarganegaraan: Indonesia
▪︎Agama: Islam
▪︎Alamat: Jl. Banjar Permai II R.05/01 Kel. Pemurus dalam Kec. Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Unaaha Nomor : 26 /Pid.B/LH/2021/ PN Unh tanggal 8 April 2021 dengan amar putusan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan dalam dakwaan alternatif pertama dan kedua.Namun saat dilakukan upaya banding, berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor: 47/PID/2011/PT.SBY tanggal 07 Februari 2011, menghasilkan amar putusan yaitu menerima permintaan banding dari Penuntut Umum dan Penasihat Hukum Terpidana.

Bahwa berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 818k/Pid.Sus-LH/2022 dengan amar sebagai berikut:

- Dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana "turut serta melakukan pembalakan liar dan penggunaan kawasan Hutan secara tidak sah".

- Menjatuhkan Pidana penjara selama 1 (satu) Tahun 6 (enam) Bulan dan pidana denda sejumlah Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak di bayarkan di ganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Saat diamankan, Terpidana bersikap tidak kooperatif sehingga proses pengamanannya dramatis dengan cara mendobrak pintu dan terpidana mencoba melarikan diri dan akhirnya Tim berhasil mengamankan terpidana.  Selanjutnya terpidana dibawa ke Kejati Kalsel untuk selanjutnya akan diserahterimakan kepada Tim Jaksa Kejaksaan  Negeri Konawe.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman.(**)

Sumber: Kapuspenkum




Editor : L.SIREGAR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top