Rabu, 7 Desember 2022

Breaking News

  • Polres Kuansing Menyikapi Pemberitaan Media Mengenai Adanya Aktivitas PETI di Hulu Kuantan   ●   
  • Mendapat Pemberitaan Media Kapolres Perintahkan Kapolsek Dan Kasat Reskrim turun Ke TKP PETI   ●   
  • DPP- SPKN Desak Polda Riau Segera Tangkap Penjual Pupuk Ilegal Di Provinsi Riau   ●   
  • Pertambangan Pasir Ilegal Marak di Rohil, ini lokasinya !   ●   
  • Seorang Warga Waykanan Menjadi Korban Penembakan Oleh Orang Tidak Di Kenal   ●   
Aggota DPRD Sumut Dr Tuahaman Purba Apresiasi Parade Kebaya Budaya Leluhur
Senin 29 Agustus 2022, 16:00 WIB

Medan, Jetsiber.com - Aggota DPRD Sumut Dr Tuahaman  Purba mengapresiasi Parade Kebaya Dengan perubahan zaman, kini banyak orang mengenakan kebaya dalam penggunaan sehari-hari.  Pakaian adat ini awalnya milik budaya di Jawa dan Bali, tetapi dengan keunggulan beragam budaya dan daerah, kebaya mulai tersebar banyak di penjuru daerah.


Parade dan Gebyar Kebaya Nasional Tahun 2022 agar terdaftar di UNESCO maka digelar.

Acara parade gebyar Busana kebaya Tahun 2022 dihadiri Anggota DPRD Sumut dr Tuahman Purba fari Fraksi Nasdem dan Tokoh Masyarakat Sumut Parlindungan Purba SH mantan DPD RI Sumut menyaksikan  kehadiran mencapai 15.000 lebih perempuan Sumatera Utara yang terdiri dari perwakilan 33 Kabupaten dan Kota di Sumut, Ibu- ibu Bhayangkara Sumut, ibu - ibu Persit Kartika, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Majelis Taklim Halimah Sumut (MTH), DPP RKLA, seluruh oraganisasi wanita yang ada di Sumut dan sejumlah mahasiswa di Lapangan Benteng Medan, Minggu (28/8/2022).

dr Tuahman menuturjan  "Seluruh peserta tampak senangat mengenakan busana kebaya dengan berbagai jenis seperti kebaya kartini, dengan kebaya yang dikenakan,"tuturnya.
Kita berharap setiap tahun akan terlaksana, karena terlihat juga antusias peserta cukup tinggi untuk memeriahkan acara ini, sejak Pukul 08.00 WIB para peserta yang didominasi Ibu-ibu ini sudah berkumpul di Lapangan Benteng Medan," tuturnya.

Kemudian Pada kegiatan ini terdapat rangkaian acara Parade, karena para peserta yang menggunakan pakaian kebaya beriringan berjalan mengelilingi Lapangan Benteng dengan membawa bendera dan berkelompok sesuai dengan daerah masing-masing sambil diiringi dengan lagu daerah.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan sekitar 66 talent UMKM yang menyajikan makanan, minuman, aksesoris hingga oleh-oleh khas Medan.

Sementara Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) sekaligus Tokoh wanita nasional Hj Bunda Indah menuturkan bahwa "Tujuan acara ini adalah untuk mendukung program kebaya Indonesia go to UNESCO dan untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat gerakan pelestarian budaya melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi muda," tutur Bunda Indah.

Ditegaskannya "Kita menyelenggarakan acara ini dengan ikhlas karena cinta akan tanah air, saya minta acara ini bukan hanya sampai di sini saja untuk Sumut, teruskan gebyar ini agar budaya kita, identitas kita tidak comot oleh negara lain," Ujarnya dalam sambutan, Minggu (28/8/2022).

"Kita berharap akan ada dilaksanakan Hari Kebaya inisetiap tahunnya," ujar Binda Indah.

Sementara Ketua DPD PWKI Kota Medan Dra Veronika Sitanggang menuturkan,
"Kebaya merupakan blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni. Asal kata kebaya berasal dari kata  kabaya yang berfaedah pakaian dan milik leluhur kita ini sudah diakui dunia ini, hendak diambil negara lain. Maka harus kita pertahankan," tutur Veronika sebelumnya.

Nurlince/Salomo




Editor : Nuri Hamzah
Kategori : Nusantara
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: redaksi.jetsiber@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top